REGO NGGOWO RUPO kisah awal tahun

Ini terjadi di hari ke 2 tahun 2012, seorang kawan naik darah, dia merasa dikibuli oleh janji penyedia jasa cargo.
Rupanya kawan yang lagi akan menikmati keuntungannya dari bisnis parcel ini menghadapi persoalan yang cukup pelik: kiriman parcel dari pelanggannya yang cukup penting, tak ketahuan rimbanya, biasanya dia mengandalkan jasa pengiriman barang yang cukup terkenal, dan kali ini, dia tertarik untuk mencoba jasa pelayanan perusahaan jasa kurir yang lain.
Dengan pertimbangan rekomendasi dari teman terpercaya, dan tentunya harga yang jauh lebih murah, maka terbayanglah keuntungan yang lebih besar.

Tapi apa lacur, ternyata penyedia jasa murah ini pelayanannya tak meriah, bahkan untuk tracing paket parcelnya pun, seminggu setelah pengiriman, harus menunggu lagi, dan lebih parah lagi, tak satupun staf di kantor penyedia jasa kurir itu yang bisa memberikan pelayanan yang baik, setidaknya memberikan jawaban yang memuaskan, sang kawan harus memberikan data pengiriman lengakap, tak cukup no resi, tapi juga alamat, nama tertuju parcel, no telepon, berat paket yang dimaksud, sungguh merepotkan.

Kawan satu ini pun komplain, tapi hasilnya semakin membuatnya dongkol dan mengelus dada, dia dimarahi oleh staff perusahaan kurir tadi karena dia komplain yang dilakukannya, kawan saya pun nyengir kuda, kawan yang malang ini pun masih menunggu hingga tulisan ini dibuat, kabar nasib dari paket parcelnya, terdampar dimana kiranya.

Pelajaran berharga di awal tahun ini, pepatah lama yang rasanya masih berlaku hingga saat ini: Rego Nggowo Rupo, harga yang dibayarkan menentukan kualitas produk yang didapatkan, mungkin tidak semua begitu, tapi dalam hal ini, saat kepuasan pelanggan adalah penting buat kita, sebaiknya kita menggantungkan nasib bisnis kita di tangan perusahaan pendukung dengan pola pikir yang sama, dan biasanya itu perusahaan yang ternama, sedikit lebih mahal tentunya, tapi berapa itu nilainya dibandingkan dengan nilai bisnis yang diberikan pelanggan kita.

Apalagi ini Indonesia
Selamat Tahun Baru

Jan, 2 2012 ——- Wicaksono J

Advertisements

Sabar, Jangan Tergesa, Sepertinya Semua ada Waktunya

Waktu adalah hal yang mutlak diluar kekuasaan manusia dan mahluk yang manapun juga di kolong langit, dan manusia mutlak terperangkap didalamnya, tanpa sedikitpun bisa melakukan perlawanan, begitu absolut, hingga membuat sesak dan menjadikannya begitu mahal, mempengaruhi setiap hal hingga sekecilnya, menggilas tidak akan berhenti hingga nanti yang entah dimana ujungnya, apalagi kembali ke awal

Setiap upaya untuk menjadikannya sekutu, setiap upaya untuk memanipulasi perjalanan waktu, setiap yang berupaya di dalam nya, di dalam waktu, terhadap waktu, pasti tahu betul efek yang ditimbulkan

Sepertinya waktu punya kehendaknya sendiri, hanya patuh pada satu kemutlakan yang lebih tinggi saja, Satu yang setingkat saja lebih tinggi level kemutlakannya, waktu diciptakan dengan daya guna begitu tinggi, waktu, juga dilengkapi dengan daya rusak yang sama hebatnya

Allah mungkin menghendaki manusia menjalani proses dan bagaimana menjalani tahapan demi tahapan dengan bersabar. -seorang guru entah siapa, entah dimana lupa

 

“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera” (QS. al-Anbiya’: 37).

Waktu membingkai setiap kejadian hingga menjadi baik atau tidak, sesuai atau janggal, berguna atau tidak, senang atau hambar, gembira atau tidak apa – apa, menjadikan pelaku pahlawan atau begundal

Semua tergantung waktu, semua ada waktunya, distorsi didalam waktu hanya akan membuat daya rusaknya bekerja, untuk memperbaikinya perlu upaya yang luar biasa besar, dan tentu tergantung waktunya

Distorsi terbesar dalam waktu adalah Penundaan dan Ketergesaan, Suplemen terbesarnya ternyata adalah ketepatan dan kesabaran

Wicaksono J – December 21 2011