Pancasila Pancasila Pancasila

Pancasila,

– – Ideologi yang mula – mula diandalkan dan dipercaya untuk mempersatukan setiap manusia Indonesia dalam satu rumpun kebangsaan yang satu dan utuh, saling membantu tanpa tendensi, peduli dengan tetangga senegara tanpa kepentingan terselubung didalamnya, bertoleransi tanpa dibatasi apapun juga kecuali batas -batas kebangsaan dan wawasan Nusantara itu sendiri, yang begitu gagah mengangumkan dan membuat jerih bangsa dan Ideologi lain – –

kini adalah ideologi yang  semakin tua semakin nampak bongkok dan tertatih, semakin nampak renta dan karatan, dipoles hingga tampak begitu usang dan ketinggalan zaman

Seperti saat di gali dan dibuatnya dahulu, Pancasila membutuhkan banyak sekali pengorbanan berbiaya tinggi secara mental material dan spiritual,

kini untuk menyadari pentingnya Pancasila, tingkat kecocokan yang tinggi antara Pancasila dan Bangsa Indonesia, bagi peningkatan keadaan martabat bangsa Indonesia nampaknya perlu pengorbanan yang lebih besar dan gila lagi, apalagi sekarang tidak ada seorang pun yang meng klaim dirinya pemimpin negara ini yang mau menggunakan Pancasila sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan dan martabat negaranya – ya Indonesia – ini.

Tentu saja, karena Pancasila akan membuat mereka jadi takut nyolong uang negara, jadi tidak enak hati kalau berbohong sama rakyat sendiri, jadi tidak bisa tidur enak malam – malam kalau ada tentara tetangga diberitakan melanggar batas wilayah Indonesia dan belum berhasil ditenggelamkan, atau setidaknya belum kirim banyak bala tentara ke perbatasan dengan si negara kurang ajar itu, apalagi jika ada infiltrasi budaya asing yang jelas akan melemahkan karakter anak – anak muda bangsa, akan semakin pusing kepalanya.

Sebagai Ajaran dan Falsafah Negara, Pancasila bersifat International dikagumi, dipercayai kebenaran dalam daya gunanya untuk meleburkan segala sifat kesukuan yg sempit menjadi satu nasionalisme yang beradap  dan mertabat, sehingga akhirnya diadopsi oleh negara multikultur, untuk menjamin persatuan nasionalnya

Sebagai ajaran falsafah bangsa, Pancasila memerlukan perangkat kejujuran, keberanian dan cinta kepada bangsa yang besar, rasional dan beradab, dan terpenting kemauan yang besar untuk memajukan rakyat dan bangsa dan negara

Perangkat yang sulit dicari lagi di negari tempat Pancasila dilahirkan, sejak putra putri negeri itu keranjingan ajaran dan ideologi yang jelas tidak cocok dan harus dipaksakan agar diterima.

Semoga masih ada cukup yang bisa dikorbankan untuk mengembalikan Pancasila pada tempat yang seharusnya, ditempat Pancasila di design sejak awalnya, di negerinya sendiri: Indonesia

Hari Pancasila, 1 Juni 2012 – Wicaksono J

Advertisements

Berita T E M P E

Kabar tidak sedap seputar produk asal Indonesia yang dimusnahkan di Amerika Serikat dan Uni Eropa beredar. Produk yang kabarnya ditolak oleh pemerintah sejumlah negara sasaran ekspor Indonesia adalah tempe.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengamanan Perdagangan Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, Erna, saat menggelar diskusi terkait pengamanan perdagangan di Gedung Kemendag RI, Jumat (1/5).

Menurut Erna, pihaknya tengah menyelidiki siapa perusahaan pengekspor tempe yang dimusnahkan tersebut. Namun, menurut informasi yang diterima Kemendag, tempe Indonesia dimusnahkan karena tidak memenuhi standar kualitas negara tujuan ekspor.

“Informasinya belum jelas, tapi kabarnya produsen tempe tersebut berasal dari Bekasi,” ujarnya.

Erna menambahkan, beberapa produk makanan asal Indonesia masih kerap diprotes oleh negara pengimpor khususnya Australia dan Eropa. Negara negara pengimpor tersebut menilai eksportir Indonesia masih melanggar kesepakatan mengenai standar bahan makanan yang dilarang beredar.

Bahan Tempe sebenernya ya bungkil kedele dan ragi, apa lagi? enak gurih dan bergizi, itulah Tempe yang aseli Indonesia, tapi Indonesia aseli bukanlah sekedar Tempe

That’s it !!

Wicaksono J – dari PedomanNews.com