H A M B A L A N G kontraktor dan koruptor

seperti biasa kasus – kasus berindikasi korupsi dan melibatkan banyak ‘petinggi’ partai dan (lagi2) pemerintahan, dan (lagi2 juga) terindikasi keterlibatan personel anggota wakil rakyat yang terhormat, menjadi isu bahasan nasional, di blow up sedemikian rupa sampai sebatas bahasan a la media massa, tanpa ada terlihat suatu bentuk bahasan konkret dan tekanan hebat untuk aparat penegak hukum supaya kasus ini – paling tidak – nampak mempunyai perspektif jelas.

seolah – olah kejadian longsornya bangunan megaproyek itu adalah sesuatu yang wajar, yang diakibatkan oleh kejadian alam tak terduga: curah hujan yang tinggi, kontur tanah yang mudah longsor hingga adanya “kemarahan alam” karena proyek itu sarat ‘kandungan’ korupsinya

apapun juga seharusnya jelas terlihat dimata siapapun juga, dengan hanya berdasarkan sedikit cerita dan informasi tentang kondisi di hambalang hingga terjadinya -bukan sekali- longsornya bangunan di kompleks megaproyek itu:bagaimana mungkin mega proyek yang melibatkan uang begitu banyak, dilaksanakan begitu saja padahal besar kemungkinannya untuk rusak dan hancur karena kondisi tanahnya jelas sudah diketahui labil, tidak layak untuk pekerjaan semahal itu? adakah kontraktor adikarya dan wijaya karya tidak tahu secar real teknis nya? karena secara politis mereka jelas mengatakan layak

Bahkan ketua KSO Proyek tersebut menyatakan menolak kabar bangunan proyek ada yang ambruk, tidak ada bangunan yang ambruk. Yang ada bangunan power house terjadi kemiringan sehingga kita selaku kontraktor mengambil keputusan untuk merobohkan demi keamanan, itu pun terjadi tahun lalu. Apa bedanya? bangunan belum jadi sudah miring, tentu bangunan yang jd miring berbahaya karena berpotensi ambruk sama sekali. dan kenapa pula wartawan dilaran masuk untuk meliput kalau tidak ada yang disembunyikan dan terjadi tahun lalu, sehingga asumsinya sekarang sudah beres? kalau memang tidak ada kejadian itu tentunya mereka senang2 saja wartawan datang meliput, karena itu akan merupakan publikasi gratis untuk menyatakan bofiditas mereka.

Kejadian ini pada akhirnya memang menjadikan semua tahu tentang kebrobrokan dan kepalsuan dari birokrat – birokrat kanibal disini, di negeri ini, di negeri yang sangat religius ini, dimana birokrat, oknum media hingga orang yang bangga menyebut dirinya sendiri sebagai ulama pamomong rakyatnya sangat suka memutar2 berita dan informasi, hingga permasalahan sebenarnya menjadi begitu kabur, sehingga permasalahan hanya akan berhenti di meja diskusi di depan kamera TV, dan orang sudah merasa hebat pintar setelah nonton acara JLC.

Pada akhirnya: Birokrat merampok Negara karena itu jalan rejeki yang dipilihnya, oknum media mengabarkan dengan segala kesimpangsiurannya karena itu jalan rejeki mereka, pengamat memperkeruh suasana dengan busa diujung bibir mereka karena itu jalan rejeki mereka, korlap menghimpun banyak demonstran berharap sisa uang mobilisasi karena itu jalan untuk mempertahankan kepul asap dapurnya, aparat hukum pun tak ketinggalan menjamin keamanan meereka semua pelaku itu untuk tetap mempertahankan kesenangan hidup mereka yang jelas takkan terpenuhi jika mereka idealis mempertahankan sumpah profesi mereka…

dan tentu tinggallah rakyat negeri ini di pelosok dan di kolong ini melongo saja, menunggu bantuan yang diambil dari dompet mereka sendiri sambil menunggu kesempatan emas untuk ikut dalam kegiatan menghancurkan bangsa dan negara Indonesia ini, lalu menjadi kaya raya karenanya

surabaya 30 may 2012, Ning’s Coffee shop

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s