Catatan 25 Desember 2011 – Nuansa kemeriahan Natal dan Pemunduran Peradaban Indonesia

Selamat Natal 25 Desember 2011,

Perayaan Natal yang diwarnai oleh nuansa Rasis pemerintah kota Bogor, kota dimana SBY yang katanya adalah Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia tinggal, entah sang Presiden tahu atau tidak di wilayah tempatnya Tinggal telah terjadi pelarangan pelaksanaan Ibadah Hari Raya Natal oleh umat Kristen, Jemaat GKI Yasmin, tanpa suatu alasan yang jelas.

juga diwarnai oleh insiden kebiadaban aparatur pemerintahan di Sape, NTB, yang juga adalah termasuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, negara tempat SBY tinggal, dan dia (SBY) mengaku sebagai Presiden di sana (Indonesia)

Dinegara dengan pemerintahannya lemah, dan tidak mampu melindungi warganya sendiri dari perpecahan, Pemerintah yang tidak mampu mendidik dirinya sendiri apalagi Rakyatnya tentang nilai – nilai keTuhanan dan nilai – nilai Toleransi, dengan kata lain Indonesia adalah negara dengan Pemerintahan yang memundurkan Peradaban Negara Bangsa dan Rakyatnya sendiri.

Disaat Pemerintah dan kepala Negara bangsa – bangsa diseluruh dunia mulai belajar untuk kembali kepada nilai – nilai peradaban yang tinggi berupa toleransi, semangat kebersamaan, semangat mengasihi dan semangat untuk membangun peradaban melalui pembangunan infrastruktur ekonomi, industri, keuangan, politik sosial, budaya dan lingkungan hidup,

Tetapi Pemerintah Indonesia justru sebaliknya, pemerintah Indonesia dengan semangat Hedonism, dengan landasan kejumudan total dan kerakusan tanpa sedikitpun kewarasan, dalam sifat para kanibal yang suka makan saudaranya sendiri yang lagi setengah mati – seperti babi- menghancurkan peradabannya sendiri !

Sungguh Absurd

Apalagi lalu dengan sombong mengaku sebagai bangsa yang mewarisi budaya dan peradaban yang ‘misuwur adiluhung’ ¬†peradaban yang tinggi bukan kepalang, penduduk dan pemerintahannya yang terkenal memiliki religiusitas yang tinggi pula !

Sungguh Absurd

Adakah mungkin keajaiban terwujud dari terselipnya Do’a para Pendo’a, akan adakah perubahan kearah yang lebih baik dari harapan para tertindas

Mungkin memang sudah saatnya untuk membuat Pemerintah Jumud yang mengatur Negeri ini untuk menjadi Perduli, dengan cara apapun yang kita ngerti, jangan menunggu lagi, keburu sedikit peradaban yang tersisa ini habis betulan tak tersisa lagi

Wicaksono J ———-Desember, 25 2011 ——- Selamat Merayakan Natal, semoga Kasih karunia Tuhan senantiasa bersama kita semua

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s